Sabtu, 23 November 2013
00.53
wisnu
ISI KUTIPAN ARTIKEL :
Sistem database yang berorientasi obyek telah banyak berkembang dan dimanfaatkan pada tahun-tahun terakhir ini mengingat banyak sekali manfaat yang ditawarkan didalamnya seperti kemampuannya dalam menangani tipe data yang kompleks dan kemudahan dalam pengembangan proyek lebih lanjut. Versant Developer Suite merupakan salah satu manajemen database berorientasi obyek yang menawarkan berbagai macam fasilitas dan kemudahan untuk melakukan pembuatan sebuah sistem yang berorientasi obyek.
Versant Developer Suite ini juga menyediakan fasilitas dan kemudahan sebuah
sistem berorientasi obyek yang nantinya akan diaplikasikan secara on line
mengingat Versant Developer Suite ini mendukung aplikasi Java dan memiliki
sebuah toolkit yaitu VXML untuk mengubah data dari obyek ke dalam XML maupun
sebaliknya dari XML ke dalam bentuk obyek.
Tugas akhir ini akan membahas mengenai Analisa, desain dan implementasi
sistem database yang berorientasi obyek dan bagaimana aplikasinya dalam Versant
Developer Suite dengan menggunakan toolkit VXML.
ULASAN SINGKAT :
OODBMS cukup baik. Karena
versant dapat ber-interfacing dengan java, C++, dan dotnet. Yang mana
akan memudahkan dalam pemrograman berorientasi objek. Versant juga memiliki
kemampuan scability-nya yang mendukung proses multi threaded dan multi session.
Versant juga mendukung distributed database, proses server side adhoc query,
serta mendukung JDO dan J2EE.Versant juga sepenuhnya dapat embedded di dalam
aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tanpa adanya proses
administrasi.
Sebenarnya masih ada lagi versant model yang lain seperti Versan
enJin. Versant EnJin adalah salah satu platform yang memiliki
infrastruktur yang menawarkan berbagai macam fasilitas dan keuntungan dalam
pengelolaan object untuk membantu server aplikasi dalam penanganan aplikasi
database bagi suatu perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkannya sistem database
yang berorientasi object yang memiliki kemampuannya dalam menangani tipe data
yang kompleks dan kemudahan dalam pengembangan proyek lebih lanjut seperti
Versant EnJin ini.
Versant Model adalah salah satu ODBMS (Object Database Management System)
yang sudah banyak beredar. Bedanya konsep Object Oriented Databse ini belum
terlalu populer digunakan dan masih bersifat komersial. Pada implementasi
VERSANT MODEL di OODB saya akan mengulas artikel dari Marten Setiawan yang
membahas tentang Analisa, Desain Dan Implementasi Database Obyek Dengan
Menggunakan Versant Developer Suite. Penerapan model versant devoloper suite
pada OODB untuk implementasi database berbasis objek menyediakan fasilitas dan
kemudahan sebuah sistem berorientasi obyek, mengingat Versant Developer Suite
ini mendukung aplikasi Java dan memiliki sebuah toolkit yaitu VXML untuk
mengubah data dari obyek ke dalam XML maupun sebaliknya dari XML ke dalam
bentuk obyek. Selain itu, model versant memungkinkan penanganan data yang lebih
sederhana, tersturuktur, dan lebih kompleks untuk implementasi dalam database
yang berorientasi objek.
Jumat, 22 November 2013
07.38
wisnu
1. Hostpot Server – Hostpot Setup
RouterOS sudah menyediakan Wizard untuk melakukan
setup Hotspot System. Wizard ini berupa menu interaktif yang terdiri dari
beberapa pertanyaan mengenai parameter setting hotspot. Wizard bisa dipanggil atau dieksekusi
menggunakan peritah “/ip hotspot setup”. Jika anda mengalami kegagalan dalam konfigurasi hotspot direkomendasikan reset kembali router dan konfigurasi ulang dari awal.
beberapa pertanyaan mengenai parameter setting hotspot. Wizard bisa dipanggil atau dieksekusi
menggunakan peritah “/ip hotspot setup”. Jika anda mengalami kegagalan dalam konfigurasi hotspot direkomendasikan reset kembali router dan konfigurasi ulang dari awal.
Pada Langkah awal Tentukan interface mana yang
akan digunakan untuk menjalankan Hotspot System: hotspot interface:
(ex: ether1,wlan1,bridge1,vlan1). Tentukan Alamat IP untuk Interface
Hotspot : Local address of hotspot network: (ex: 10.5.50.1/24). Opsi
Hotspot Network akan NAT atau Routing : masquerade hotspot network:
yes. Tentukan IP-Pool untuk jaringan Hotspot : address pool of
hotspot network: 10.5.50.2-10.5.50.254. Menggunaan SSL-certificate jika
ingin menggunakan Login-By HTTPS : select certificate: none.
Jika diperlukan SMTP server khusus untuk Server hotspot bisa
ditentukan, sehingga Server bisa mengirimkan email (misal email
notifikasi). Konfigurasi SMTP server : Ip address of smtp server:
0.0.0.0 (ex: 159.148.147.194). Konfigurasi DNS server yang akan digunakan
oleh user. Hotspot : dns servers: 159.148.147.194,159.148.60.20. Konfigurasi
DNS-name dari router Hotspot, Hal ini digunakan jika Router memiliki
DNS-Name yang valid (FQDN), Jika tidak ada biarkan kosong. Langkah
terakhir dari wizard adalah pembuatan sebuah user hotspot : name of
local hotspot user: usrox password for the user: 12345
2. Hotspot Server Profiles
Hotspot Server Profile digunakan untuk menyimpan
konfigurasi-konfigurasi umum dari beberapa hotspot server. Profile
ini digunakan untuk grouping beberapa hotspot server dalam satu
router. Pada server profile terdapat konfigurasi yang
berpengaruh pada user hotspot seperti : Metode Autentikasi. Ada 6 Metode autentikasi yang bisa digunakan di Server-Profile.
berpengaruh pada user hotspot seperti : Metode Autentikasi. Ada 6 Metode autentikasi yang bisa digunakan di Server-Profile.
HTTP-PAP – metode autentikasi yang paling
sederhana, yaitu menampilkan halaman login dan mengirimkan info login
berupa plain text.
HTTP-CHAP – metode standard yang
mengintegrasikan proses CHAP pada proses login.
HTTPS – menggunakan Enkripsi Protocol SSL
untuk Autentikasi.
HTTP Cookie – setelah user berhasil login data cookie
akan dikirimkan ke web-browser dan juga disimpan oleh router
di ’Active HTTP cookie list’ yang akan digunakan untuk autentikasi
login selanjutnya.
MAC Address – metode ini akan mengautentikasi user
mulai dari user tersebut muncul di ‘host-list’, dan menggunakan MAC
address dari client sebagai username dan password.
Trial – User tidak memerlukan autentikasi pada
periode waktu yang sudah ditentukan.
3. Hotspot User
Halaman dimana parameter username, password dan
profile dari user disimpan. Beberapa limitasi juga bisa ditentukan di
halaman user seperti uptime-limit dan bytes-in/bytes-out. Jika limitasi sudah tercapai maka user tersebut akan expired dan tidak dapat digunakan lagi. IP yang spesifik juga bisa ditentukan di halaman ini sehingga user akan mendapat ip yang sama. User bisa dibatasi pada MAC-address tertentu.
halaman user seperti uptime-limit dan bytes-in/bytes-out. Jika limitasi sudah tercapai maka user tersebut akan expired dan tidak dapat digunakan lagi. IP yang spesifik juga bisa ditentukan di halaman ini sehingga user akan mendapat ip yang sama. User bisa dibatasi pada MAC-address tertentu.
User Limitation
Limit Uptime batas waktu user
dapat menggunakan akses ke Hotspot Network.
Limit-bytes-in, Limit-bytes-out
dan Limit-bytes-total batas quota trasfer data yang
bisa dilakukan oleh user.
4. Hostpot User Profile
Hotspot User Profile digunakan untuk
menyimpan konfigurasi-konfigurasi umum dari User-user hotspot.
Profile ini digunakan untuk grouping beberapa User. Pada User
Profile, mampu melakukan assign poolip tertentu ke group user. Parameter
Time-out juga bisa diaktifkan untuk mencegah monopoli oleh salah satu
user. Limitasi juga bisa ditentukan di UserProfile seperti : Data
Rate (Kecepatan Akses) dan Session Time (Sesi Akses).
Address List : IP user akan ditambakan ke dalam
firewall addresslist sesuai list yang ditentukan
Incoming Filter : Nama chain baru untuk trafik yang
berasal dari IP user (trafik upload)
Outgoing Filter : Nama chain baru untuk trafik yang
menuju IP user (trafik download)
Incoming Packet Mark : Nama packet-mark untuk trafik
yang berasal dari IP user (trafik upload)
Outgoing Packet Mark : Nama packet-mark untuk trafik
yang menuju IP user (trafik download)
Kelima parameter ini bisa kita gunakan untuk melakukan
filtering dan qos yang advanced.
Advertisement juga menggunakan ProxyEngine di
Hotspot System untuk menampilkan popup halaman web (iklan) di
webbrowser para user yang sudah terautentikasi. Halaman Advertisement
dimunculkan berdasarkan periode waktu yang sudah ditentukan, dan
akses akan dihentikan jika pop-up halaman advertisement diblock
(pop-up blocker aktif), dan akan disambungkan kembali jika halaman
Advertisement sudah dimunculkan.
Jika sudah waktunya untuk
memunculkan advertisement, server akan memanggil halaman status dan
meriderect halaman status tersebut ke halaman web iklan yang sudah
ditentukan.
5. Hostpot Active
Tabel active digunakan untuk memonitoring client yang
sedang aktif / terautentikasi di hotspot server kita secara realtime.
6. Hostpot Host
Tabel host digunakan untuk memonitoring semua
perangkat yang terhubung dengan hotspot server baik yang sudah login
ataupun belum.
Flag yang tersedia didalam tabel Host :
S : User sudah ditentukan IP nya didalam IP binding
H : User menggunakan IP DHCP
D : User menggunakan IP statik
A : User sudah melakukan login / Autentikasi
P : User di bypass pada IP binding
S : User sudah ditentukan IP nya didalam IP binding
H : User menggunakan IP DHCP
D : User menggunakan IP statik
A : User sudah melakukan login / Autentikasi
P : User di bypass pada IP binding
7. Hostpot IP Bindings
One-to-one NAT bisa dikonfigurasi secara
static berdasarkan :
Original IP Host
Original MAC Address
Bypass host terhadap Hotspot Authentication
bisa dilakukan menggunakan IP-Bindings. Block Akses dari host
tertentu (Berdasarkan Original MAC-address atau Original
IP-Address) juga bisa dilakukan menggunakan IP-Bindings.
8. Hostpot Walled Garden
WalledGarden adalah sebuah system
yang memungkinkan untuk user yang belum terautentikasi menggunakan
(Bypass!) beberapa resource jaringan tertentu tetapi tetap memerlukan
autentikasi jika ingin menggunakan resource yang lain.
9. Hostpot Walled Garden IP-List
IP-WalledGarden hampir sama seperti WalledGarden
tetapi mampu melakukan bypass terhadap resource yang lebih spesifik pada
protocol dan port tertentu. Biasanya digunakan untuk melakukan
bypass terhadap server local yang tidak memerlukan autentikasi.
10. Hostpot Cookies
Hostpot cookies digunakan untuk mengetahui daftar
dinamis dari semua HTTP cookies yang valid.
Jumat, 25 Oktober 2013
08.49
wisnu
Langkah – langkah setting router Mikrotik dengan Winbox
- Login ke router Mikrotik dengan Winbox. Pilih router yang akan disetting. Isikan login admin dan password. Klik Connect.
- Configurasi Interfaces. Klik IP>Addresses. Klik add. Isikan IP ethernet 1 router Mikrotik yang digunakan untuk berhubungan dengan router diatasnya. Jika router diatasnya langsung ke ISP, biasanya alamat IP ethernet 1 ditentukan dari ISP. Address: 172.10.68.16/24, Network: 172.10.68.0, Interface: ether1-gateway. Klik Apply. Klik OK. Klik add untuk menambahkan interfaces ethernet 2. Ethernet 2 nantinya digunakan untuk gateway jaringan client. Address: 192.168.1.1/24, Network: 192.168.1.0, Interface: ether2-master-local. Klik Apply. Klik OK.
- Setting DNS. Klik IP>DNS. Misalnya kita isikan DNS Google. Servers: 8.8.8.8. Klik tanda segitiga kebawah untuk menambah server. Servers: 8.8.4.4. Usahakan gunakan lebih dari satu DNS untuk berjaga jaga apabila DNS yang pertama down. Klik Apply. ok
- Setting Firewall. Klik IP>Firewall. Pindah ke tab NAT. Klik add. Pada tab General isikan : Chain: srcnat, Out. Interface: ether1-gateway. Pindah ke tab Action. Pilih Action: masquerade. Karena router kita hanya meneruskan router sebelumnya. Klik Apply. Klik OK.
- Setting Routes. Klik IP>Routes. Klik add. Isikan : Dst. Address: 0.0.0.0/0, Gateway: 172.10.68.1. Klik Apply. Klik OK.
- SettingWaktu. Klik System>Clock. Pada Time Zone Name pilih Asia/Jakarta. Klik Apply. Klik OK.
- Agar dapat memperbarui waktu secara otomatis maka perlu ditambah settingan pada SNTP Client. Klik System>SNTP Client. Berikan tanda check pada Enabled. Mode: unicast, Primary NTP Server: id.pool.ntp.org, Secondary NTP Server: ntp.nasa.gov. Klik Aplly. Klik OK
Langganan:
Postingan
(
Atom
)